<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Bunga Rampai WMU</title>
	<link>http://wmu.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 01 Aug 2009 14:20:24 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>

	<item>
		<title></title>
		<description>	So, tahun 2010 merupakan tahun suksesi kepemimpinan di Bumi Nyiur Melambai. Perhelatan politik yang ber make up demokrasi, bergulir. Tidak hanya di lingkup Provinsi Sulut, tapi juga di beberapa kabupaten dan kota. Sebut saja seperti  Kota Manado, Tomohon, Kabupaten Minahasa Selatan, Minahasa Utara. Wah, wah, bakalan rame ini… Cuma ...</description>
		<link>http://wmu.blogsome.com/2009/08/01/70/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Vox Populi Vox Dei</title>
		<description>	Hingga akhir pekan ini (11/7)  dari hitung cepat membentangkan hasil bahwa SBY- Budiono tetap perkasa. Bahkan bayang-bayang kemenangan sudah di pelupuk mata. Sudah di telapak tangan.
Prediksi saya bahwa akan terjadi 2 putaran pada Pilpreswapres 2009-2014 kelihatannya tidak terbukti. Bahkan Calon Wapres JK telah memberi selamat lebih dulu kepada SBY ...</description>
		<link>http://wmu.blogsome.com/2009/07/11/vox-populi-vox-dei/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Nasionalisme di Tengah Badai</title>
		<description>	
Nasionalisme sebagai paham kebangsaan merupakan gerakan politik empiris. Perang Kemerdekaan Amerika (1776-1782) dan Revolusi Perancis (1789) dapat diangkat sebagai acuan dalam mencermati bayang-bayang nasionalisme. Dua peristiwa tersebut sedikit banyak menginspirasi bangsa-bangsa di belahan bumi ini untuk melakukan pergolakan. Pergolakan apa? Tentu saja pergolakan untuk merdeka. Tidak hanya di Eropa, tapi ...</description>
		<link>http://wmu.blogsome.com/2008/06/06/nasionalisme-di-tengah-badai/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Bukan Pecundang!</title>
		<description>	
Saat membuka Pekan Produk Budaya Indonesia tahun 2007 lalu di Jakarta, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan penegasan tentang peluang maksimal melalui apa yang disebutnya sebagai ekonomi pariwisata (economic of tourism). Ekonomi pariwisata ini disebutkan Presiden sebagai ekonomi gelombang keempat. Sebuah gerakan ekonomi yang bersumber pada kekayaan budaya termasuk warisan budaya ...</description>
		<link>http://wmu.blogsome.com/2008/04/30/bukan-pecundang/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Dari Bunga, Membangun Prestasi Menegakkan Prestise</title>
		<description>	
	Kerja all out.
	Paling tidak inilah deskripsi yang harus diketengahkan kepada  pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon  menghadapi  gebyar Tomohon Flower Festival  (TFF) 2008 yang akan dilaksanakan selama 1 pekan  di akhir Juni hingga awal Juli 2008. Tepatnya tanggal 29 Juni 2008 hingga 4 Juli 2008. Dari ...</description>
		<link>http://wmu.blogsome.com/2008/04/16/dari-bunga-membangun-prestasi-menegakkan-prestise/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Jelang TFF 2008: Hitung Mundur D-day</title>
		<description>	
	Gebyar event Tomohon Flower Festival 2008 sudah di depan mata. Ajang prestisius bahkan terbilang spektakuler ini mau tidak mau menuntut kematangan kesiapan. Berbagai garda penting  seperti penyiapan suprastruktur seperti bunga dan  seperangkat komitmen berbagai pihak,  juga  infrastruktur pendukung  yang siap berperan  seperti fasilitas-fasilitas spesifik ...</description>
		<link>http://wmu.blogsome.com/2008/03/19/jelang-tff-2008-hitung-mundur-d-day/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Bergerak, dari Hulu ke Hilir</title>
		<description>		Kembali Walikota Tomohon Jefferson SM Rumajar SE mempertegas pentingnya memperkuat  budidaya florikultura. Sebab inilah yang menjadi pilihan terbaik setelah melalui berbagai kajian  yang eksak. Bahkan pada gilirannya merupakan referensi dasar pembangunan ekonomi daerah.  Artinya, dibalik penguatan budidaya florikultura  terjadi daya ungkit  pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk ...</description>
		<link>http://wmu.blogsome.com/2008/03/19/bergerak-dari-hulu-ke-hilir/</link>
	</item>
	<item>
		<title>TFF dan VIY 2008: Sebuah Sinergitas</title>
		<description>	
	Saat meresmikan program Visit Indonesia Year (VIY) 2008 akhir Desember lalu di Jakarta, Menteri Kebudayaan  dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan bahwa VIY 2008 bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sektor pariwisata dengan melibatkan komponen masyarakat secara luas, berpartisipasi mensukseskan tahun kunjungan wisata Indonesia 2008.
	Dikatakan Jero Wacik,  VIY ...</description>
		<link>http://wmu.blogsome.com/2008/03/19/tff-dan-viy-2008-sebuah-sinergitas/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Rumajarnomics</title>
		<description>	
Rumajarnomics
	Catatan: Wenny  M  Umboh
(Sorot, Flower City News, ed. 9/2008)
	Genderang  itu telah ditabuh. Berarti arak-arakan telah bergerak. Sebuah perjalanan yang istimewa, bahkan sangat spesial.   Arak-arakan masyarakat Kota Tomohon  membangun dirinya dengan melekatkan pada  fenomena kultural yang telah menjadi bagian dari darah daging  sendiri. ...</description>
		<link>http://wmu.blogsome.com/2008/03/19/rumajarnomics/</link>
	</item>
	<item>
		<title>Menengok Geliat Kawanua di Palembang</title>
		<description>	Catatan: Wenny M. Umboh*)
	Saya berkesempatan mengambil cuti tahun 2006 lalu, bertandang ke Kota Palembang – yang kental dengan  sebutan kota empek-empek serta jembatan Ampera sebagai ikon kota – sekaligus mengunjungi komunitas Kawanua yang bermukim di kota ini. Saya harus akui, ternyata masyarakat Kawanua di Palembang merupakan entitas yang turut ...</description>
		<link>http://wmu.blogsome.com/2008/03/01/menengok-geliat-kawanua-di-palembang/</link>
	</item>
</channel>
</rss>
