Bunga Rampai WMU

September 9, 2007

Kesebelasan Uong Kito Biaso Bae

Filed under: Sport

Tampil di depan publik sendiri, (Sabtu 8/8), Sriwijaya FC tidak terlalu menyengat. Sekalipun melibas Persita Tangerang 2-0. Persoalannya banyak pemain inti Persita tidak dapat turun karena akumulasi kartu kuning.
Sebenarnya kalau tampil maksimal, hujan gol akan terjadi di Jaka Baring. Artinya Sriwijaya FC akan berpesta gol. Cuma itu tidak terjadi. Sepertinya yang penting menang diberlakukan tim Uong Kito ini. Rahmad Darmawan sang arsitek juga menyambut kemenangan ini biaso-biaso bae.
Cuma bagi saya yang bagus mainnya si B3: Ben2 Berlian dan Lenglolo.
Lenglolo ini bukan Lengbuyan atau Lengbodo. Tapi Lengcerdik.
Pecaknyo kans Sriwijaya nak njuaroi Divisi Utama taun ini tebuka lebar. Yang penting awak tu idak cepet puas diri. Kalu dak juaro, Ferri R dak usah jago gawang, tapi jadi model bae apo maen sinetron. Coco’ nian.
Aku sarani tahun depan Ilham JK Persita maen di Sriwijaya bae. Mangko jelas ado uong Plembangnyo. Trus apo kabar dengen PS Palembangnyo. Apo nak nyusul Sriwijaya di Divisi Utama apo mak mano.
Waktu nonton Sriwijaya ngelawan Persita terus terang akuni cuma tekagum dengen lapangan Jakabaringnyo.
Sriwijaya, kerno awak la menang jadi banyak-banyak bae ngirup cuko pempek supayo awak maen berikut lebih nggeget.
(Aku tinggal di Menado, tapi perna lamo di Palembang)

Ulah Greg Persis Solo

Filed under: Sport

Akhirnya Bajul Ijo gagal memetik 3 poin di kandang. Mereka di tahan imbang 1-1 oleh laskar Sambernyawa Persis Solo. Selain permainan Persis yang konsisten dengan lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik, juga karena beberapa pilar Persebaya tidak bisa tampil sehingga Bajul Ijo tidak optimal kinerjanya di lapangan.
Ulah Greg Nwokomo yang menggeletakkan diri di menit - menit injuri time babak kedua saat Persebaya mendapat keuntungan di wilayah 16 Persis, itu bagian dari strategi. Orang bisa saja menilai Greg tidak menjunjung fair play, tidak sportif dsb. Tapi bagi saya itulah bagian dari permainan. Apapun dapat dilakukan. Sekarang tinggal wasit yang menilai. Greg tidak salah.
Yang jelas, di bawah Eduard Tjong sang allenatore baru, Persis bermain maksimal.
Baru namanya saja Laskar Sambernyawa, wih, merinding bulu kudukku.

August 26, 2007

Maung itu Sudah Tumbuh Taring

Filed under: Sport

Tak disangka sang Ayam Kinantan harus takluk di kandangnya sendiri. Kandang Teladan. Ini di luar dugaan. Sebelumnya aku prediksi Ayam Kinantan akan menang besar. Ternyata cuma kekalahan yang engkau terima. Ah, macam mana pula ini. Kalahnya kau itu menyakitkan. Menyakitkan. Jelek kali kau main. Apa boleh buatlah. Itu hasil maksimal.
Entah, apa yang terjadi di tubuh Ayam Kinantan sesungguhnya. Aneh memang. Sepertinya sayap sang Kinantan patah, sehingga tidak dapat mengepakkan sayapnya. Jadilah main paksa merebut bola. Empat kartu kuning kau terima. Macam-macam pula kau ini.
Tapi yang jelas memang Maung itu giginya sudah tumbuh. Tidak ompong lagi. Waktu lawan Macan Kemayoran tempo hari, giginya ompong. Tapi sore ini gigi itu menjelma jadi taring. Ayam Kinantan itu keok. Tidak berdaya.
Tapi sudahlah. Bola itu bundar. Hari ini Kinantan keok, tapi besok-besok bikin kapok lawanmu. Mainkan kepakmu jangan cuma taji.
Kalah 1 - 2. Sudahlah, habis beras makan saja gabah. Alamak! Ini Medan Bung!

August 21, 2007

Manguni Makasiouw, kiapa ngana?

Filed under: Sport

Mengherankan, penampilan Persmin Manguni Makasiouw Minahasa sore ini di Brawijaya tanpa patukan. Melawan Arema, kiapa ngana rupa nyanda da darah. Kepakan sayap manguni rupa so patah-patah. Oh kala…
Terus terang kita vastiu bauni ngoni pe cara main. Nyanda ada pola. Passing rupa orang baru belajar bola, zona marking so lemah, kong nyanda ada determinasi. Kiapa bagitu. Kalo lesu darah, bagate sadiki deng captik.
Yah, sudahlah. Mo bilang apa lagi. Benar-benar penampilan yang memalukan. Huh, capek, capek. Persma cuma 1 -1 dengan Gianyar, Bom dibekuk 1 - 0 oleh Bajul Ijo. Bagaimana kemudian? Capek deh mikirin barang itu. Aku saja capek apalagi Joko Malis sang allenatore. Mas, terus dong berjuang. Kata SVR, kalo ngana menang, beres no.. . Mr. Vega saja tetap senyum-senyum biar Badai Biru kalah. Yah nyanda apa-apa, yang penting fair play.

August 18, 2007

Wasit, Bajul Ijo, Badai Biru

Filed under: Sport

Pertandingan Liga Indonesia Persebaya vs Persma berjalan dalam ritme sedang-sedang saja. Wajar, sebagai tuan rumah Bajul Ijo lebih agresif dan mendobrak barisan belakang Badai Biru. Praktis Badai Biru cuma mengandalkan serang balik.
Secara keseluruhan permainan sangat monoton. Baik Persebaya maupun Persma tidak mampu memperlihatkan penampilan terbaik masing-masing. Paling di 20 menit babak pertama ciri permainan Bajul Ijo nampak.
Yang perlu dikoreksi adalah kepemimpinan wasit Ambarita. Banyak keputusannya yang serba ragu-ragu bahkan tidak jelas. Pinalti untuk Persebaya sebenarnya meragukan. Trimur Vedayanto tidak mengambil atau melakukan tackling terhadap striker Persebaya . Cuma benturan biasa, dia jatuh, eh pinalti. Justru seharusnya Badai Biru yang layak diberi hadiah pinalti ketika satu saat terjangan pemain belakang Bajul Ijo menghajar sang Spider Man di areal pinalti Persebaya. Eh, Ambarita cuma cuek bebek. Nah lo.
Tapi sudahlah. Memang begitu kualitas wasit yang memimpin. Mau apa lagi.
Cuma yang perlu saya puji, itu Bonek. Mereka sempat nyanyi lagu 17 Agustus Tahun 45. Ada juga teror melalui bait-bait: hantam-hantam Persma Manado, hantamlah Persma di Surabaya (Saya kira kata-kata seperti ini sangat tidak bersahabat).
Ah, sudahlah. Kalah menang soal biasa. Yang penting rame.
Oh ya, Bonek, boleh aku minta satu buaya-buaya di pinggir lapangan itu?

August 17, 2007

Maung Bandung itu Ompong

Filed under: Sport

Big Match Persib vs Persija dalam lanjutan Liga Indonesia kemarin di Lebak Bulus ternyata berjalan sedang-sedang saja. Tidak ada yang istimewa. Menyebalkan.
Maung Bandung ternyata sudah kalah sebelum bermain. Pressure Jakmania membuat Persib bak maung ompong. Tak ada nyali. Semestinya, dengan kualitas skill pemain Maung Bandung yang sedikit di atas Macan Kemayoran, permainan kemarin logikanya harus menarik, cepat, dan tempo tinggi. Tapi kenyataan lain. Maung Bandung ternyata keder juga oleh teror Jakmania. Sepertinya anak-anak Bandung enggan menceploskan bola ke gawang Kamaruk. Tiga kali Barkouwi melakukan penetrasi namun saya lihat takut men-shooting si kulit bundar secara terarah. Takut kalau jadi gol!
Yah, itulah life style sebagian penonton kita. Memang belum separah tragedi Brussel Mei 1985.
Namun profesionalisme seharusnya mampu mengenyahkan psywar atau teror penonton. Tapi siapa yang mau cedera di lapangan?
Mudah-mudahan saya yang keliru. Dan itulah logika kulit bundar. Fanatisme acapkali dan diyakini sebagai pemain ke-12. Pemain ke-12 ini jauh dari terkaman kartu kuning atau kartu merah. Yang diganjar cuma manajeman atau pemain atau kesebelasan itu.
Satu dua ada yang berurusan dengan polisi. Atau penonton dilarang menyaksikan kesebelasan kesayangannya bertarung.
Maung Bandung puas dengan kekalahan 0 -1. Selamat menikmati kekalahan. Biar kalah tetap bercokol di klasemen Liga Super.
Jakmania, engkau perlu berguru di negeri Badai Biru. Di sana Persmania akan memarahi kesebelasannya kalau bermain jelek. Ketika Persma Manado beberapa hari lalu dihantam Persijap Jepara 0 - 1, Eddi Musriza dkk justru diledekin Persmania. Sekalipun nyata-nyata Badai Biru telah tampil maksimal, yang saat itu memang dijauhi sang Dewi Fortuna.
Itulah sepakbola. Segala sesuatu dapat terjadi. Yang benar dan elegan cuma satu, yaitu Captain Tsubasa!

July 25, 2007

Iraq Vs Saudi Arabia

Filed under: Sport

Iraq vs Saudi Arabia: Spirit Asia

Lolosnya Iraq ke final Asian Cup 2007 merupakan sejarah. Negara yang penuh dilanda kemelut perang itu menghempaskan tim ginseng Korea Selatan 4-3 melalui drama adu pinalti yang menegangkan. Sebenarnya saya pegang Korea, tapi kenyataan lain. Saya akui memang Iraq tim yang kuat saat ini di kawasan Asia. Berbagai konflik di dalam negeri tidak membuat kesebelasan negeri seribu satu malam ini patah arang. Sekalipun harus mempersiapkan tim di luar negaranya namun semangat untuk memberikan yang terbaik bagi rakyat dan negaranya luar biasa.
Mudah-mudahan prestasi tim Iraq membawa angin kedamaian di negara mereka.
*
Tahun 2007 ternyata kiblat sepakbola Asia ada di Timur Tengah. Di pihak lain sang singa gurun pasir Saudi Arabia menerkam tim favorit Jepang 3-2. Jepang yang bermain cepat dengan semangat kamikaze selama 2 x 45 menit harus mengakui kekalahan. Di partai inipun saya pegang Jepang. Ternyata prediksi saya kembali salah. Ketenangan dan kesabaran pemain Arab Saudi yang saya pikir berada di balik kemenangan itu. Selain karena hebatnya duet Malek al-Hansari dan Yasser al-Qahtani.
*
Itulah sepakbola. Iraq vs Saudi Arabia adalah hal yang obyektif jika melihat penampilan mereka sejak penyisihan group. Inilah spirit Asia.
Adalah kebanggaan bagi Indonesia manakala final tanggal 29 Juli dilaksanakan di Jakarta untuk memperebutkan juara 1 - 2 dan di Palembang untuk 3 - 4. Sekalipun tim Merah Putih gagal, namun setidaknya kita sangat berbangga karena pelaksanaan final dipercayakan di Indonesia.
(Saya jadi ingat ketika Indonesia dihantam 1 -2 oleh Saudi Arabia. Gol satu-satunya Indonesia dicetak Elli Aiboy setelah memperdaya Yasser al- Mosaelam kiper Saudi Arabia. Wah, hebat kamu Elli..)
*
Sempat terbersit pada diri saya, ai lemak nian uong kito ni ado tontonan bagus di Jakabaring.
Jakmania, jadilah tuan rumah yang bagus.
*
Kecewa karena Indonesia tidak tembus perempat final Asian Cup 2007? Jelas ada itu. Tapi sudahlah, Indonesia memang masih harus lebih banyak berbenah.
(Sekedar catatan sejarah, ketika di Olimpiade Melbourne penghujung tahun 1950-an Indonesia menahan Uni Sovyet 1 -1, Jepang tidak pernah bermimpi untuk mampu bermain bola kaki)

July 14, 2007

Kalah Terhormat

Filed under: Sport

Kalah Terhormat

emoticon 

Hasil 2-1 untuk Arab Saudi adalah hasil maksimal.
Timnas PSSI untuk Piala Asia 2007 sudah bermain dengan semangat pantang menyerah setelah sebelumnya menyikat Bahrain 2-1. Sayang memang, kedudukan 1-1 tidak dapat dipertahankan. Malapetaka saat injuri time itu yang membuat dadaku sesak. Tapi itulah suatu pertandingan.
Superioritas tim Arab Saudi memang menjadi bayang-bayang yang sempat juga meragukan saya kalau Indonesia mampu bermain baik. Tapi bagi saya hasil 2-1 sudah maksimal.
Sayang, referee Mr. Ali al-Badawi (dari Uni Emirat Arab) yang memimpin tidak becus. Terlalu berat sebelah. Banyak keputusannya yang kontroversial, merugikan Indonesia. Benturan yang sangat biasa dalam pertandingan tersebut justru berakibat kartu kuning untuk pemain Indonesia. 

Saat injuri time (tambahan waktu 4 menit)  babak kedua, sebenarnya masih ada sekitar 2 menit tersisa, namun wasit telah meniup peluit panjang. Game pun berakhir.

Tapi apapun hasilnya, Bambang Pamungkas, Jandry Pitoy, Ellie Aiboi, Firman Utina, Kharis Julianto, Budi Sudarsono dkk telah bermain baik. Bahkan penonton yang memenuhi Gelora Bung Karno juga bertindak sportif, tidak berulah. Semua menerima kekalahan.
Salut untuk Presiden SBY yang ikut menyaksikan langsung pertandingan itu.
Buat Mr. Ivan Kolev, ini memang kado istimewa untuk anda. Happy Birthday to you. Usia ke-50 14 Juli 2007. Salam 4-3-3.

June 19, 2007

Viva Laskar Kalinyamat

Filed under: Sport

 

Viva Laskar Kalinyamat

 emoticon

Pertarungan dramatis. Melalui adu pinalti setelah skor tetap 0 - 0 lewat perpanjangan waktu 2 kali 15 menit Persib Maung Bandung pupus ambisinya untuk melaju ke 16 besar Copa Indonesia 2007. Adu pinalti yang menegangkan itu disudahi Laskar Kalinyamat Persijap Jepara dengan kemenangan 4 - 3.

Jelas Bobotoh kecewa berat. Tapi itulah permainan. Sama seperti ketika Persekappas membuyarkan  mimpi Arema Malang di Gajayana kemarin.

Permainan menyerang Maung Bandung berhasil diredam dengan pertahanan grendel anak-anak Jepara, ditambah penampilan luar biasa kiper Persijap Fance.

Salut Laskar Kalinyamat! Persib juga bermain baik.

Seandainya tim Merah Putih Indonesia  mengkolaborasi bermain menyerang seperti Persib dan bermain bertahan seperti Persijap, saya yakin tim Merah Putih akan ditakuti siapapun juga. Artinya semangat juang, semangat bermain tak pupus selama bola ada di lapangan.

Sekali lagi, selamat untuk Persijap Laskar Kalinyamat Jepara.

Dewi Fortuna tidak berpihak ke Maung Bandung. Sekalipun sebenarnya di menit akhir babak II perpanjangan waktu Persijap harus diberi hadiah pinalti, setelah pemain depan Persijap dijatuhkan Bayu Suta di daerah pinalti Persib. Wasit M. Syueib masih menolong Persib. Namun kutukan jatuh saat adu pinalti itu. Lorenzo Cabanas dan Suwita Patah - sang kapten Maung Bandung - gagal menceploskan bola ke gawang Fance.

Yang jelas kedua tim bermain bagus.  Cuma kali ini Maung Bandung yang harus menerima kekalahan. Bobotoh juga harus terima.

Itulah fair play.  Di olahraga kalah dan menang hal biasa. Di olahraga juga kalah dan menang hal luar biasa.

Olahraga penuh kejutan, sama seperti politik. Cuma olahraga ada sportifitas, politik ada intrik dan kekuasaan. (Tiba-tiba saya teringat, di Way Kambas Lampung, gajah juga dapat bermain sepakbola. Namanya sepakbola gajah. Pintar juga gajah-gajah di sana…)

(wennym-umboh@hotmail.com.)

June 17, 2007

Singo Edan vs Laskar Sakera

Filed under: Sport

Singo Edan vs Laskar Sakera

 

Sebuah pertarungan yang luar biasa.

Dari partai hidup mati Arema ‘Singo Edan’ vs Persekappas ‘Laskar Sakera’ Pasuruan di leg kedua   Copa Indonesia 2007, memupuskan harapan Aremania untuk menyaksikan klub kesayangan mereka melaju ke babak 16 besar.  

Bermain sore ini di Stadion Gajayana Malang, tuan rumah berhasil ditahan tim tamu dengan skor 0 - 0. Sehingga Arema - jawara 2 kali berturut-turut Copa Indonesia sebelumnya - secara keseluruhan  kalah dengan agregat 0 -1.

Padahal, sebelum bermain saya optimis, pasukan  Singo Edan  akan mengamuk dengan skor kemenangan 2 - 0. Ternyata hasilnya di luar dugaan saya.

Permainan  sepakbola bertahan anak-anak Laskar Sakera benar-benar saya perlu acungkan jempol. Bermain di bawah tekanan - yang praktis selama 90 menit permainan dikuasai Singo Edan - ditambah tekanan Aremania yang meluber hingga ke pinggir lapangan, ditambah kepemimpinan wasit yang cenderung berpihak ke tuan rumah, tidak mengendorkan semangat juang Laskar Sakera.

Anak-anak Pasuruan sangat disiplin menjaga pertahanan mereka, di samping performance  kiper Ronny Tri Prasnanto yang gemilang  menyelamatkan dan mementahkan sekian banyak peluang Arema. Sebaliknya, pemain-pemain Arena terlalu emosional  dan tidak tenang dalam menyelesaikan setiap kesempatan untuk mencetak gol.

Tapi di luar semua itu, bagi saya kedua kesebelasan telah menampilkan sebuah permainan yang terbaik.

Sayang, tim-tim dari Sulawesi Utara (Persmin ‘Manguni’ Minahasa, Persibom ‘Fajar Bulawan’ Bolaang Mongondow, dan Persma ‘Badai Biru’ Manado)  sudah harus  out  saat Copa  2007 ini dimulai. Alasan, mereka lebih fokus ke Liga Divisi Utama. Bahkan Persma Manado sebelum bertanding  sudah menyatakan tidak mau ikut di ajang Copa 2007 tersebut. Tim-tim Sulut ini disibukkan dengan urusan pembentukan tim memasuki putaran II Divisi Utama. Sehingga tim seperti Persmin atau Persibom cuma memainkan lapis kedua mereka. Artinya memang sengaja siap kalah.

Sayang, sementara tim-tim lain seperti Arema, Persekappas, dsb sangat serius di Copa ini, tim-tim  Divisi Utama Sulut masih berkutat di ajang “seleksi” dan “pembentukan tim”.

Persoalannya pula, Persmin dan Persibom dipecundangi kesebelasan yang notabene setingkat di bawah mereka.

Fantasi saya kembali ke Pentas Divisi Utama 2006. Ketika itu Persmin Minahasa bersama Persekappas Pasuruan tampil  bersama sebagai juara ketiga. Bahkan Persmin dinobatkan sebagai tim fair play.

Dari ajang Copa 2007 ini paling tidak saya bisa menilai bagaimana kesiapan tim-tim Divisi Utama Sulut.

Saya berharap ada kejutan  yang diciptakan  tim-tim Sulut di pentas Divisi Utama  2007 ini. Artinya,  filosofi mengorbankan suatu kesempatan untuk memenangkan peluang lainnya dapat dibuktikan. Sebuah pembuktian, sebuah keharusan. Gol…….!

 

 

 

 

 

 






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft