Bunga Rampai WMU

January 28, 2008

Rest in Peace: Jenderal Besar Haji Muhammad Soeharto

Filed under: Uncategorized

Minggu, 27 Januari 2008, pukul 14.10 Waktu Indonesia bagian Tengah. Jenderal Besar Haji Muhammad Soeharto kembali ke Sang Khalik.
Berbagai upaya tim dokter kepresidenan untuk mempertahankan hidup sang Presiden RI ke-2 yang memimpin Negara ini dalam kurun waktu 32 tahun akhirnya berakhir.
Mangkatnya pemimpin Orde Baru ini tidak mengagetkan saya. Karena setelah mengikuti perkembangan sakit beliau, saya berpikir bahwa kehidupan beliau sudah tidak akan lama. Tapi yang jelas, bersitan duka menjadi bagian panorama hati saya tatkala berita kembalinya beliau ke Sang Khalik menjadi kenyataan.
Tuhan yang memberi, Tuhan pula yang mengambil. The Smiling General itu memang telah tidak ada.
Bagi saya, selama memimpin Negara ini, beliau merupakan sosok yang menjadi representasi karakter manusia Indonesia. Dia sukses memimpin bahkan membawa Indonesia ke suatu peradaban yang fenomenal dan modern.
Apapun kata orang, beliau adalah seorang negarawan yang hidup pada zamannya. Seorang pemimpin bangsa yang sangat dekat dengan rakyatnya.
“Dia pemimpin yang mengunci demokrasi,” ujar sebagian orang. Ah, hati saya mengatakan itu tidak benar. Justru bagi saya, demokrasi Pancasila yang dikembangkan beliau merupakan bagian penting dalam membangun Indonesia ke depan. Bagaimanapun juga Trilogi Pembangunan yang diaplikasikan dalam konsep-konsep Pelita bahkan PJPT sekian-sekian merupakan fondasi bangunan ekonomi bangsa Indonesia saat ini.
Sekalipun demikian, Haji Muhammad Soeharto adalah manusia biasa. Sami mawon lah dengan aku. Tidak terlepas dari segala kekurangan dalam mengarungi belantara kehidupan ini.
Selamat jalan Bapak Jenderal Besar Soeharto. Beristirahatlah dalam damai. Astana Giribangun Karanganyar, di sana noktah sejarah persada tanah air menjadi saksi bisu, di sinilah jasad itu dipatri di haribaan ibu pertiwi.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft