Bunga Rampai WMU

November 4, 2007

Sentuhan Mesra Bagi Pariwisata

Filed under: Tomohon City

Peringatan Hari Pariwisata Dunia tahun 2007 ini bertemakan Tourism Opens for Women.
Tema ini sedikit banyak membuat saya kaget, tersenyum juga membelalakan mata. Namun ada juga bersitan rasa kagum, rasa hormat, bahkan kebanggaan yang luar biasa setelah menelusuri latarbelakang mengapa tema dunia ini diangkat.
Situs Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengetengahkan bahwa tema ini sesungguhnya sangat kontekstual. Yaitu mendorong persamaan gender sekaligus pemberdayan perempuan serta dikaitkan dengan tujuan pembangunan milenium (Millenium Development Goals - MDGs) yang ditargetkan tercapai pada tahun 2015. Dari 8 MDGs tersebut memang ada 3 target yang langsung mengena pada kaum perempuan. Yaitu promote gender quality and empower women (persamaan gender dan pemberdayaan perempuan), dan reduce child mortality (penurunan angka kelahiran balita), dan improve mothernal health (peningkatan kesehatan ibu). “Peringatan Hari Pariwisata Dunia tahun 2007 kali ini didedikasikan kepada kaum hawa yang telah memberikan emansipasi nyata untuk dunia pariwisata,” kata Menbudpar Jero Wacik saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Pariwisata Dunia 27 September 2007 lalu di Jakarta.
Jero Wacik mengatakan bahwa pariwisata terbukti telah mengangkat kehidupan masyarakat, bahkan sektor ini mampu menggerakkan roda perekonomian mulai dari tingkat bawah hingga dalam skala makro dan berdampak langsung pada tingkat kesejahteraan masyarakat.
Selain bertitikberat pada persamaan gender, saya merasakan bahwa efek tema Hari Pariwisata Dunia tahun 2007 ini menjadikan kita respek terhadap kaum perempuan. Bahwa sebenarnya perempuan sangat berperan dalam memajukan dunia wisata di Indonesia. Artinya, silahkan saja mengidentikkan secara positip dunia kepariwisataaan kita dengan keberadaan kaum perempuan itu sendiri. Sebuah harkat dan martabat yang relevan dengan sebuah keindahan, sebuah jatidiri yang penuh pesona.
*
Perayaan Hari Pariwisata Dunia tahun ini di Indonesia terasa lebih istimewa. Ini disebabkan dikaitkannya Perayaan ini dengan persiapan menghadapi event Tahun Kunjungan Indonesia 2008 (Visit Indonesia Year 2008) dan World Culture Forum 2008. Dalam hal ini, situs Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata menyebutkan Depbudpar bersama dengan para pemangkukepentingan terkait termasuk Pemerintah daerah menyiapkan rangkaian lebih dari 100 events diberbagai daerah. Termasuk pula tentunya ajang Tomohon Flower Festival 2008 (TFF 2008).
Ajang ini dipastikan menjadi magnet tersendiri bagi kebangkitan pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara umumnya, dan di Kota Tomohon khususnya. Perhelatan yang berskala nasional bahkan diikuti pula beberapa negara luar ini bahkan dijadikan kalender tahunan tetap yang siap diselenggarakan Pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon. Secara nasional tentu saja kegiatan ini menjadi pemicu dan pemacu bagi terjadinya distribusi pendapatan berbagai kawasan di seluruh nusantara. Artinya tidak hanya pelancong asing, tapi wisatawan nusantara pun berperan besar dalam memutar roda perekonomian bangsa. Bahkan untuk ini pemerintah mempunyai komitmen mendorong pengembangan pariwisata yang berbasis kerakyatan (community based tourism development).
Dalam cetak biru Pemasaran 2006, secara nasional Depbudpar telah menetapkan skenario target kunjungan wisman Indonesia pada 2007. Target moderat sebanyak 5,61 juta wisman, target optimistis 6,16 juta dan target akselerasi sebanyak 7,016 juta wisman. Tahun 2008 ditargetkan tujuh juta kunjungan dan pada akhir tahun 2011 terget kunjungan sebanyak 10 juta. Dari kesemua itu target 2007 ini pemasukan devisa sebanyak 4,71 miliar dolar Amerika, dan 5,82 miliar dolar Amerika untuk target optimistis dan 5,46 miliar dolar Amerika untuk target akselerasi.
*
Secara skematis, VIY 2008 sudah di depan mata. Bagi Pemerintah dan masyarakat kota Bunga Tomohon TFF 2008 kurang beberapa langkah lagi.
Satu hal yang tetap perlu dikembangkan adalah menanamkan mental wisata (tourism minded) di kalangan publik Kota Bunga.
Supaya nantinya tidak kaget menghadapi TFF di medio 2008 tersebut, memang perlu suatu pre-conditioning. Katakanlah semacam ajang pemanasan sebelum perhelatan digeber. Ini yang menurut saya perlu diformulasikan.
Banyak lokasi-lokasi wisata di Kota Bunga. Demikian pula banyak aset wisata yang tersedia. Tinggalah sentuhan manis yang diperlukan. Ibarat sentuhan kepada kaum hawa, sekaligus memberikan nuansa kemanjaan.
Welcome to Tomohon City.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://wmu.blogsome.com/2007/11/04/sentuhan-mesra-bagi-pariwisata/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.


Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft