Jumat, 24 Agustus 2007.
Pukul 3.30 pagi dan masih gelap, anak saya - Aldo - yang di kelas 6 SD sudah bangun. Gurunya memang menginstruksikan semua anak-anak kelas 6 sebelum pukul 5 sudah harus berkumpul di halaman belakang kompleks Bahu Mall, karena akan dilaksanakan jalan sehat (fun walk) anak-anak sekolah se-Kecamatan Malalayang Manado. Jalan sehat itu sendiri menurut guru anak saya tersebut akan dimulai - artinya start - tepat pukul 5.
Pukul 4 Aldo membangunkan saya. Dan dengan tubuh yang masih mengantuk soalnya saya sendiri baru tidur sekitar jam 1 pagi. Dia minta saya mengantar dia ke lokasi tempat berkumpul mereka, anak-anak sekolah tersebut.
Anak saya ini berkata, papi lekas papi, nanti kita terlambat, kalau terlambat nanti tidak diabsen dan ibu guru nanti marah.
Sebelum jam 5 pagi saya dengan Aldo sudah tiba di areal tempat berkumpul. Ratusan anak-anak sekolah sudah banyak di sana. Siap untuk fun walk.
Saya merasa kasihan pada anak-anak ini.
Sampai jam 6 pagi mereka belum juga start. Ada di antara mereka yang belum sarapan, harus berdiri lama menunggu fun walk dimulai. Bahkan saya sendiri, sempat katakan ke Aldo untuk pulang saja, sebab terlalu lama menunggu sedangkan kegiatan belum ada tanda-tanda dimulai dimulai. Tapi dia menolak, karena takut dimarahi guru.
Saya sendiri heran, kenapa sudah jam 6 lewat belum juga barisan anak-anak itu dilepas. Saya tanyakan pada salah seorang guru kenapa acara belum dimulai. Dengan enteng pahlawan tanpa tanda jasa itu berkata bahwa masih harus menunggu pejabat yang akan melepas tanda dimulai fun walk tersebut.
Akhirnya baru jam 7.15 barisan anak-anak itu dilepas. Berarti 2 jam lebih anak saya dan anak-anak lainnya menunggu, berdiri, dan itu sangat melelahkan.
Terus terang saya marah sekali pada panitia pelaksana acara itu.
Bayangkan, mau jadi apa ini bangsa kita kalau dari sejak anak-anak sudah tidak ada lagi etos menghargai waktu. Pantas saja dari dulu hingga sekarang budaya jam karet tidak pernah berkesudahan. Anak-anak sendiri sejak dini sudah diajar begitu. Huh, keterlaluan.
Saya mau marah ke siapa? Ke Panitia? Sudahlah. Kalau itu saya lakukan, sama saja saya menjilat ludah sendiri.
Oh ya acara itu dilaksanakan dalam rangka 2 tahun kepemimpinan Jimmy Rimba Rogi dan H. Abdi Buchari sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado.
Sekaligus sebagai kegiatan Jumpa Berlian.
Sepanjang jalan yang dilalui, anak-anak sekolah yang ber-fun walk ria itu ditugaskan mengantongi sampah di plastik yang telah diberikan guru mereka sebelum kegiatan dimulai. Weleh-weleh….