Bunga Rampai WMU

August 26, 2007

Maung itu Sudah Tumbuh Taring

Filed under: Sport

Tak disangka sang Ayam Kinantan harus takluk di kandangnya sendiri. Kandang Teladan. Ini di luar dugaan. Sebelumnya aku prediksi Ayam Kinantan akan menang besar. Ternyata cuma kekalahan yang engkau terima. Ah, macam mana pula ini. Kalahnya kau itu menyakitkan. Menyakitkan. Jelek kali kau main. Apa boleh buatlah. Itu hasil maksimal.
Entah, apa yang terjadi di tubuh Ayam Kinantan sesungguhnya. Aneh memang. Sepertinya sayap sang Kinantan patah, sehingga tidak dapat mengepakkan sayapnya. Jadilah main paksa merebut bola. Empat kartu kuning kau terima. Macam-macam pula kau ini.
Tapi yang jelas memang Maung itu giginya sudah tumbuh. Tidak ompong lagi. Waktu lawan Macan Kemayoran tempo hari, giginya ompong. Tapi sore ini gigi itu menjelma jadi taring. Ayam Kinantan itu keok. Tidak berdaya.
Tapi sudahlah. Bola itu bundar. Hari ini Kinantan keok, tapi besok-besok bikin kapok lawanmu. Mainkan kepakmu jangan cuma taji.
Kalah 1 - 2. Sudahlah, habis beras makan saja gabah. Alamak! Ini Medan Bung!

August 25, 2007

Anak-Anak Diajarkan Jam Karet

Filed under: Manado City

Jumat, 24 Agustus 2007.
Pukul 3.30 pagi dan masih gelap, anak saya - Aldo - yang di kelas 6 SD sudah bangun. Gurunya memang menginstruksikan semua anak-anak kelas 6 sebelum pukul 5 sudah harus berkumpul di halaman belakang kompleks Bahu Mall, karena akan dilaksanakan jalan sehat (fun walk) anak-anak sekolah se-Kecamatan Malalayang Manado. Jalan sehat itu sendiri menurut guru anak saya tersebut akan dimulai - artinya start - tepat pukul 5.
Pukul 4 Aldo membangunkan saya. Dan dengan tubuh yang masih mengantuk soalnya saya sendiri baru tidur sekitar jam 1 pagi. Dia minta saya mengantar dia ke lokasi tempat berkumpul mereka, anak-anak sekolah tersebut.
Anak saya ini berkata, papi lekas papi, nanti kita terlambat, kalau terlambat nanti tidak diabsen dan ibu guru nanti marah.
Sebelum jam 5 pagi saya dengan Aldo sudah tiba di areal tempat berkumpul. Ratusan anak-anak sekolah sudah banyak di sana. Siap untuk fun walk.
Saya merasa kasihan pada anak-anak ini.
Sampai jam 6 pagi mereka belum juga start. Ada di antara mereka yang belum sarapan, harus berdiri lama menunggu fun walk dimulai. Bahkan saya sendiri, sempat katakan ke Aldo untuk pulang saja, sebab terlalu lama menunggu sedangkan kegiatan belum ada tanda-tanda dimulai dimulai. Tapi dia menolak, karena takut dimarahi guru.
Saya sendiri heran, kenapa sudah jam 6 lewat belum juga barisan anak-anak itu dilepas. Saya tanyakan pada salah seorang guru kenapa acara belum dimulai. Dengan enteng pahlawan tanpa tanda jasa itu berkata bahwa masih harus menunggu pejabat yang akan melepas tanda dimulai fun walk tersebut.
Akhirnya baru jam 7.15 barisan anak-anak itu dilepas. Berarti 2 jam lebih anak saya dan anak-anak lainnya menunggu, berdiri, dan itu sangat melelahkan.
Terus terang saya marah sekali pada panitia pelaksana acara itu.

Bayangkan, mau jadi apa ini bangsa kita kalau dari sejak anak-anak sudah tidak ada lagi etos menghargai waktu. Pantas saja dari dulu hingga sekarang budaya jam karet tidak pernah berkesudahan. Anak-anak sendiri sejak dini sudah diajar begitu. Huh, keterlaluan.

Saya mau marah ke siapa? Ke Panitia? Sudahlah. Kalau itu saya lakukan, sama saja saya menjilat ludah sendiri.

Oh ya acara itu dilaksanakan dalam rangka 2 tahun kepemimpinan Jimmy Rimba Rogi dan H. Abdi Buchari sebagai Walikota dan Wakil Walikota Manado.
Sekaligus sebagai kegiatan Jumpa Berlian.

Sepanjang jalan yang dilalui, anak-anak sekolah yang ber-fun walk ria itu ditugaskan mengantongi sampah di plastik yang telah diberikan guru mereka sebelum kegiatan dimulai. Weleh-weleh….

August 21, 2007

Manguni Makasiouw, kiapa ngana?

Filed under: Sport

Mengherankan, penampilan Persmin Manguni Makasiouw Minahasa sore ini di Brawijaya tanpa patukan. Melawan Arema, kiapa ngana rupa nyanda da darah. Kepakan sayap manguni rupa so patah-patah. Oh kala…
Terus terang kita vastiu bauni ngoni pe cara main. Nyanda ada pola. Passing rupa orang baru belajar bola, zona marking so lemah, kong nyanda ada determinasi. Kiapa bagitu. Kalo lesu darah, bagate sadiki deng captik.
Yah, sudahlah. Mo bilang apa lagi. Benar-benar penampilan yang memalukan. Huh, capek, capek. Persma cuma 1 -1 dengan Gianyar, Bom dibekuk 1 - 0 oleh Bajul Ijo. Bagaimana kemudian? Capek deh mikirin barang itu. Aku saja capek apalagi Joko Malis sang allenatore. Mas, terus dong berjuang. Kata SVR, kalo ngana menang, beres no.. . Mr. Vega saja tetap senyum-senyum biar Badai Biru kalah. Yah nyanda apa-apa, yang penting fair play.

August 18, 2007

Wasit, Bajul Ijo, Badai Biru

Filed under: Sport

Pertandingan Liga Indonesia Persebaya vs Persma berjalan dalam ritme sedang-sedang saja. Wajar, sebagai tuan rumah Bajul Ijo lebih agresif dan mendobrak barisan belakang Badai Biru. Praktis Badai Biru cuma mengandalkan serang balik.
Secara keseluruhan permainan sangat monoton. Baik Persebaya maupun Persma tidak mampu memperlihatkan penampilan terbaik masing-masing. Paling di 20 menit babak pertama ciri permainan Bajul Ijo nampak.
Yang perlu dikoreksi adalah kepemimpinan wasit Ambarita. Banyak keputusannya yang serba ragu-ragu bahkan tidak jelas. Pinalti untuk Persebaya sebenarnya meragukan. Trimur Vedayanto tidak mengambil atau melakukan tackling terhadap striker Persebaya . Cuma benturan biasa, dia jatuh, eh pinalti. Justru seharusnya Badai Biru yang layak diberi hadiah pinalti ketika satu saat terjangan pemain belakang Bajul Ijo menghajar sang Spider Man di areal pinalti Persebaya. Eh, Ambarita cuma cuek bebek. Nah lo.
Tapi sudahlah. Memang begitu kualitas wasit yang memimpin. Mau apa lagi.
Cuma yang perlu saya puji, itu Bonek. Mereka sempat nyanyi lagu 17 Agustus Tahun 45. Ada juga teror melalui bait-bait: hantam-hantam Persma Manado, hantamlah Persma di Surabaya (Saya kira kata-kata seperti ini sangat tidak bersahabat).
Ah, sudahlah. Kalah menang soal biasa. Yang penting rame.
Oh ya, Bonek, boleh aku minta satu buaya-buaya di pinggir lapangan itu?

August 17, 2007

Maung Bandung itu Ompong

Filed under: Sport

Big Match Persib vs Persija dalam lanjutan Liga Indonesia kemarin di Lebak Bulus ternyata berjalan sedang-sedang saja. Tidak ada yang istimewa. Menyebalkan.
Maung Bandung ternyata sudah kalah sebelum bermain. Pressure Jakmania membuat Persib bak maung ompong. Tak ada nyali. Semestinya, dengan kualitas skill pemain Maung Bandung yang sedikit di atas Macan Kemayoran, permainan kemarin logikanya harus menarik, cepat, dan tempo tinggi. Tapi kenyataan lain. Maung Bandung ternyata keder juga oleh teror Jakmania. Sepertinya anak-anak Bandung enggan menceploskan bola ke gawang Kamaruk. Tiga kali Barkouwi melakukan penetrasi namun saya lihat takut men-shooting si kulit bundar secara terarah. Takut kalau jadi gol!
Yah, itulah life style sebagian penonton kita. Memang belum separah tragedi Brussel Mei 1985.
Namun profesionalisme seharusnya mampu mengenyahkan psywar atau teror penonton. Tapi siapa yang mau cedera di lapangan?
Mudah-mudahan saya yang keliru. Dan itulah logika kulit bundar. Fanatisme acapkali dan diyakini sebagai pemain ke-12. Pemain ke-12 ini jauh dari terkaman kartu kuning atau kartu merah. Yang diganjar cuma manajeman atau pemain atau kesebelasan itu.
Satu dua ada yang berurusan dengan polisi. Atau penonton dilarang menyaksikan kesebelasan kesayangannya bertarung.
Maung Bandung puas dengan kekalahan 0 -1. Selamat menikmati kekalahan. Biar kalah tetap bercokol di klasemen Liga Super.
Jakmania, engkau perlu berguru di negeri Badai Biru. Di sana Persmania akan memarahi kesebelasannya kalau bermain jelek. Ketika Persma Manado beberapa hari lalu dihantam Persijap Jepara 0 - 1, Eddi Musriza dkk justru diledekin Persmania. Sekalipun nyata-nyata Badai Biru telah tampil maksimal, yang saat itu memang dijauhi sang Dewi Fortuna.
Itulah sepakbola. Segala sesuatu dapat terjadi. Yang benar dan elegan cuma satu, yaitu Captain Tsubasa!

62 Tahun Merdeka

Filed under: Greetings

17 - 8 - 2007. 62 tahun Indonesia merdeka. Happy Birthday my country.
Sebuah usia yang sangat matang dalam perjalanan sebuah negara.
Indonesia. Negara yang kemerdekaannya, kedaulatannya diperoleh dengan alunan doa, cucuran darah, cucuran air mata, tetesan keringat, pengobanan para syuhada, para pahlawan bangsa. Kemerdekaan yang diperoleh dengan susah payah. Perang terbuka, gerilya, gerakan di bawah tanah, diplomasi politik maupun budaya, merupakan warna sejarah keheroikan rakyat Indonesia untuk melepaskan diri dari rantai dan barikade penjajahan.
Perjuangan berjalan terus. Bukan lagi dengan bambu runcing, tapi otak runcing.
Perjuangan melawan kemiskinan, melawan kebodohan, merupakan fenomena yang dihadapi saat ini.
Keprihatinan tetap menjadi aroma yang menebar di bumi katulistiwa, bumi nusantara.
Saat ini kita diperhadapkan dengan mulai terdegradasinya semangat patriotisme, melunturnya semangat nasionalisme di kalangan anak bangsa. Tumbuhnya semangat sektarian, semangat kedaerahan yang picik, primordialistik, inkonsistensi terhadap filosofi dan pandangan hidup bangsa, merupakan persoalan yang mengkulminasi di atmosfir ibu pertiwi. Belum lagi, soal penegakan hukum dan human rights, korupsi, kesenjangan sosial, perusakan lingkungan, aksi teror, bencana yang tak kunjung henti, senantiasa menjadi aksesori sebuah perjalanan panjang negara yang gemah ripah loh jinawi.
Tentu ada yang salah, ada yang keliru mengelola negeri ini.
Jangan khianati perjuangan mereka. Para pahlawan bangsa.
Indonesia, tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata.

August 14, 2007

Salam Pramuka

Filed under: Greetings

Salam Pramuka

Hari ini Praja Muda Karana HUT ke-46. Selamat yaa…. Panjang umur dan sehat-sehat selalu. Dan tetap dicintai anak-anak, remaja, pemuda Indonesia..
Nggak rugilah ikut di Pramuka. Saya juga dulu waktu masih anak-anak pernah ngikuti kepramukaan. Dari sana saya diajarin berkemah, hidup menyatu dengan alam, mencintai hewan, belajar membuat simpul temali, membuat kemah sederhana, dan masih buaanyak lagi. Termasuk itu, tepuk ayam jago. Plok, plok, plok….. kukuruyuk.
Akhir 1980-an saya juga pernah jadi Kakak Pembina Gugus Depan 309 di Palembang. Pangkalannya di Jalan Merdeka 25. Tepatnya di SMA Kristen PPKP. Cuma sekarang komunikasi dengan adik-adik Pramuka maupun Dewan Ambalan saat itu, sudah tidak ada lagi. Termasuk dengan Kak Hasan, sekretaris Kwarcab Kodya Palembang, Kak Sumarti, Pembina Gugus Depan 310 dengan Dewan Ambalannya.
Sebuah kenangan manis, hidup dalam dunia kepanduan.
Ini cerita. Suatu saat, ketika mengadakan perkemahan di Macan Lindungan Pakjo, saya dengan adik-adik Pramuka mengadakan penjelajahan. Saat melintas di sebuah kebun ubi kayu, kami bersua dengan sekelompok anak-anak kecil atau buda’ keci’.
Mereka menyoraki kami:
pramuka pramuki
pramuka banyak daki
setaun ida’ mandi
gawenyo nyolong ubi
Seorang adik pramuka saya menyahut: hoi de’, ba’ awak tulah yang gawenyo mak itu, ye da’. Ngaku bae. Bilang ba’ awak, awak tu melo’ pramuka bae. Lema’ oi…
Memang menyenangkan kalau mengingat masa-masa itu.
Dirgahayu kepanduan Indonesia.
Salam Pramuka.

August 11, 2007

Selamat Isra Mi’raj

Filed under: Greetings

Kepada semua teman-teman saya, bahkan seluruh umat Islam, saya mengucapkan selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada hari ini. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan tuntunan, taufik dan hidayahNya kepada kita semua. Amin.

August 10, 2007

Hasil Pilkada DKI

Filed under: Politik

Hasil Pilkada DKI

Pelaksanan pilkada DKI seyogianya menjadi contoh bagi pilkada di daerah lain di Indonesia. Segala sesuatunya berlangsung aman-aman. Apapun hasilnya, harus kita hormati. Selamat memimpin Jakarta 5 tahun ke depan Bang Foke & your partner.
Saya cuma punya 4 saja catatan:
1. Prosentase warga DKI yang tidak memilih sebanyak 35% termasuk tinggi. Ini tentu perlu menjadi perhatian, sekalipun tidak memilih tersebut adalah hak politik warga. Di sini. mereka yang tidak memilih tentu punya alasan politik tertentu.
2. Demokrasi a la kroyokan merupakan penistaan terhadap substansi demokrasi itu sendiri. Bukan main, 20 partai versus 1 partai. Ada apa ini? Sebagaimana pernah saya sampaikan di blog terdahulu, dalam konteks fenomena Jakarta, cuma terakomodasi 2 pasang calon Gub & Wakil Gub merupakan sebuah tragedi. 20 partai cuma berhasil menggolkan 1 pasang. Ini sebuah kalkulasi politik aneh tapi nyata.
3. Sikap Adang Dorodjatun yang elegan menerima hasil pilkada perlu menjadi contoh, khususnya untuk pembelajaran di berbagai daerah di Indonesia. Ini menunjukkan sebuah kematangan berpolitik seorang Adang Dorodjatun.
4. Pernyataan Bang Foke bahwa hasil pilkada DKI merupakan kemenangan warga DKI membersitkan Fauzi Bowo komit dengan jargon Jakarta untuk Semua.
Hidup DKI, mudah-mudahan banjirnya sudah berkurang, macetnya sudah berkurang, copetnya sudah bertobat, anak jalanannya udah pade sekolah semua. Gepengnya sudah ditangani secara manusiawi.
Aman deh nonton ondel-ondel…..Aman deh naik bus kota….

August 8, 2007

Simon & Kambing

Simon dan Kambing

Wajar saja berbagai elemen masyarakat di North Celebes terusik. Ucapan Dirjen Mineral, Batubara dan Panasbumi Departemen ESDM Dr Ir Simon Sembiring yang mengkomparasikan Pemprov Sulut dengan kambing, sangat tidak etis. Apapun alasannya, ucapan Simon Sembiring yang saat itu sebagai pembicara kunci, tidak menunjukkan kepakaran maupun intelektualitas dia sebagai seorang teknokrat. Apalagi ucapan itu keluar dari forum resmi, sebuah Seminar Nasional yang membahas tentang Pertambangan, Lingkungan dan Kesra yang dilaksanakan di Unsrat hari Senin lalu (6-8).
“Sedangkan kambing dapat diajak kerjasama…” Tidak ada pepatah - petitih yang menunjuk ke arah itu. Masalah lingkungan adalah masalah masa depan umat manusia. Bukan sekedar masalah boleh atau tidak boleh sebuah kegiatan yang mengelola lingkungan itu beroperasi.
*
Jadi apa yang menjadi pembelaan Simon Sembiring semakin menunjukkan bahwa dia adalah sosok manusia yang tidak mengenal sopan santun.
Saya sendiri banyak bergaul dengan halak kita. Saya tahu orang Batak itu kalau bicara ceplas-ceplos. Orang Manado juga. Cuma orang Manado itu mengerti di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Aku pikir orang bernama Simon Sembiring itu memang orang keras termasuk karakternya. Yah, seperti Simon Petrus itu, muridnya Yesus Kristus. Tapi Simon Petrus itu dibalik karakternya yang keras, dia punya jiwa ksatria. Simon Petrus mau mengaku dengan tulus kalau dia telah berbuat salah.
*
Bah, ini Manado Bang!
Horas!
Mauliate!






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft