Bunga Rampai WMU

April 29, 2007

Catatan dari Kota Tomohon (2)

Filed under: Tomohon City

Catatan dari Kota Tomohon (2)

Ok my lovers, kembali ke Catatan dari Kota Tomohon (sudah dua minggu Catatan ini dipending. Biasalah, sedikit non teknis di software).
Nah, saat ini Kota Tomohon di bawah kepemimpinan Walikota Jefferson S.M. Rumajar terus membenahi dirinya. Terus bersolek. Dipermoi. Berbagai terobosan dan inovasi terus bergulir sebagai komitmennya membangun social-welfare masyarakat seiring dengan tekad mewujudkan visi Tomohon sebagai kota budaya yang indah, beriman, mapalus, demokratis, aman dan ramah lingkungan serta tanpa KKN (mapalus merupakan karakter adat orang Minahasa yang bertumpu pada kerjasama dan kegotongroyongan dalam menyikapi suatu persoalan tertentu. Bak kata pepatah: ringan sama dijinjing, berat sama dipikul).
Secara strategis dan taktis, untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat, Jefferson S.M. Rumajar menangkap peluang di sektor floriculture sebagai prime mover roda ekonomi tersebut. Hal ini didasari fakta pada budaya menanam bunga yang telah mendarahdaging di lingkup masyarakat Kota Tomohon, selain karena kondisi agroklimat yang menunjang, bahkan ketersediaan plasma nutfah yang menjamin terus eksistensi tanaman hias. Bahkan permintaan pasar yang meluas dan nilai ekonomi tinggi yang diperoleh di sektor floriculture merupakan garansi yang realistis.
Gayungpun bersambut. Secara antusias masyarakat merespons komitmen Jefferson S.M. Rumajar. Ini dibuktikan dengan semakin maraknya gerakan menanam bunga dan berbisnis tanamn hias. Mulai dari halaman rumah, ruang tamu, halaaman kantor, pokoknya apa saja space yang tersedia untuk berkreasi dengan bunga hidup, dimanfaatkan sebaik-baiknya. Berbagai kelompok organisasi mulai dari Dharma Wanita, PKK, Kelompok Tani, Kelompok Pemuda dan Pelajar, secara antusias akrab dengan bunga. Pokoknya no day without flowers.

April 13, 2007

Tragedi IPDN

Filed under: Education

Saya sangat menyesalkan tindak kekerasan di kampus IPDN, sehingga kembali menewaskan seorang praja, Cliff Muntu. Memprihatinkan. Sekalipun hal tsb merupakan aksi segelintir oknum, namun secara institusional jelas wajah IPDN yang ganteng itu tercoreng.

Benar-benar edan. Memalukan

Berbagai aksi menuntut digusurnya IPDN perlu disikapi secara arif.

Sampai-sampai ada teman saya teriak:

Bubarkan IPDN!

Turunkan harga beras!

Kembalikan laptop rakyat!

(Tritura apalagi ini)

Huh! Benar-benar edan

Torang samua basudara

Kita pe saran: Banyaklah berdoa untuk Indonesia tercinta (Oh iyo kote’)

April 12, 2007

Catatan dari Kota Tomohon

Filed under: Tomohon City

Tahun ini Kota Tomohon berusia 4 tahun. Tepatnya pada 27 Januari 2007. Wow, masih muda banget. Bayangin kalau manusia baru berusia segitu. Usia balita.

Kota ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Minahasa sesuai dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Minahasa Selatan dan Kota Tomohon.

Jadi kembaran dong Kota Tomohon dengan Kabupaten Minahasa Selatan? Oh, iyalah. Dilihat dari Undang-Undangnya sih memang begitu. Cuma dari perspektif tatanan kepemerintahan, sistem administrasi, pelayanan ke masyarakat, de-el-el, jelas tidak dong. ‘Kan begini, dari sudut Undang-Undang 32 itu, filosofi pemekaran suatu daerah titikberatnya bagaimana mendekatkan pelayanan pemerintah dan pembangunan kepada masyarakat. Gitu ‘kan.

Yah memang beda dengan Jepang misalnya. Di sana justru sibuk dengan aspirasi menyatukan berbagai wilayah. Alasannya sih, supaya tidak banyak beban anggaran negara untuk membiayai daerah. Ow, klasik banget. Jepang yang sudah kaya masih sempat berpikir dan bertindak demikian. Okelah, inikan Indonesia.

Jadi apa dulu sebelum pemekaran (itu Kabupaten Minahasa) kurang ada ‘dekat-dekat’ dimaksud? Tentu bukan begitu. Cuma maunya sih lebih dipertajam ‘dekat-dekat’ dimaksud. Supaya dengan adanya kedekatan yang ‘dekat-dekat’ itu, menu dan kue pembangunan lebih enak dirasakan, karena bumbu dan bahan-bahannya sesuai dengan selera dan lidah masyarakat setempat. Gurih dan asli lho… Nah, ceritanya ‘kan begitu. Demikian pula dengan Kota Tomohon. (ok, nanti kita kase trus ini di kesempatan berikut ini catatan. Salam hangat dari Kota Tomohon - Kota Bunga nan sejuk - Wenny M. Umboh)






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Riosoft